SuaraParlemen.id, Semarang – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, mengonfirmasi pengajuan Anggaran Belanja Tambahan (ABT) sebesar Rp181 triliun kepada DPR RI. Anggaran fantastis ini dipastikan bukan untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG), melainkan untuk menyasar empat program prioritas pendidikan nasional tahun 2026.
“Kami sudah paparan di DPR soal ABT ini. Saat ini kami dalam posisi menunggu keputusan,” ujar Abdul Mu’ti usai rapat koordinasi di Kantor Pemprov Jawa Tengah, Semarang, Kamis (5/3/2026).
Empat Pilar Penggunaan Anggaran
Dalam paparannya, Mu’ti merinci alokasi anggaran tersebut akan difokuskan pada:
- Revitalisasi Satuan Pendidikan: Perbaikan fisik untuk 20.000 sekolah yang saat ini dalam kondisi rusak dan memprihatinkan.
- Digitalisasi Pendidikan: Sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, pemerintah akan mendistribusikan Interactive Flat Panel (IFP) atau papan digital pintar. Targetnya, 325.000 sekolah akan menerima masing-masing 3 unit IFP.
- Beasiswa Pendidikan Guru: Alokasi dana untuk 150.000 guru di seluruh Indonesia yang belum memiliki gelar D4 atau S1. Para guru akan menerima beasiswa sebesar Rp3 juta per semester.
- Peningkatan Insentif Guru Honorer: Kabar baik bagi guru honorer, pemerintah mengusulkan kenaikan insentif bulanan dari Rp300 ribu menjadi Rp400 ribu.
Progres Makan Bergizi Gratis (MBG)
Meski anggaran tambahan Rp181 triliun tidak digunakan untuk MBG, Mu’ti menegaskan bahwa program makan siang tersebut tetap menjadi bagian tak terpisahkan dari penguatan karakter siswa.
Berdasarkan data terbaru, program MBG telah menjangkau 49,6 juta siswa atau sekitar 93% dari total siswa di Indonesia. Sebanyak 288.845 sekolah (66,5%) tercatat sudah menjalankan program ini.
“Hasil riset bersama Lab Sosio UI menunjukkan MBG sangat efektif membantu siswa dari kelompok ekonomi rendah dan meningkatkan semangat belajar mereka. Ini adalah bagian dari program 7 Kebiasaan Indonesia Hebat,” tambah Mu’ti.
Program ini diharapkan tidak hanya memperbaiki gizi, tetapi juga menanamkan nilai disiplin, tata krama, dan tanggung jawab melalui budaya makan bersama di sekolah. (Amel)

