SuaraParlemen.id, Amerika Serikat – Presiden Prabowo Subianto memamerkan pencapaian signifikan di awal masa jabatannya dengan menghemat anggaran negara hingga 18 miliar dollar AS atau setara Rp 285 triliun. Hal ini disampaikan Prabowo dalam acara Business Summit di US Chamber of Commerce, Washington DC, Amerika Serikat, Rabu (18/2/2025) waktu setempat.

Langkah penghematan tersebut berasal dari pemangkasan berbagai inefisiensi, proyek tidak produktif, serta pembatalan acara seremonial yang dianggap membuang-buang anggaran. Prabowo menyebut efisiensi ini mirip dengan visi Department of Government Efficiency (DOGE) yang diinisiasi pemerintah Amerika Serikat, namun ia mengklaim Indonesia telah menerapkannya lebih awal.

“Dalam beberapa bulan pertama, saya telah menghemat anggaran negara sekitar 18 miliar dollar AS secara tunai. Mungkin ini mirip dengan apa yang sedang diupayakan di AS melalui DOGE, namun harus saya katakan saya memulainya lebih dulu dan saya merasa berhasil,” ujar Prabowo (20/2).

Salah satu fokus utama penghematan adalah penghapusan biaya seremonial di berbagai instansi pemerintah. Prabowo mengkritik budaya perayaan hari ulang tahun di kementerian, pemerintah provinsi, hingga kabupaten yang memakan biaya besar setiap minggunya. Menurutnya, rasionalitas harus diutamakan dengan mengganti seremoni mewah dengan makan siang sederhana di kantor.

Selain itu, Prabowo juga menyoroti pemborosan pada biaya perjalanan dinas luar negeri dengan dalih “studi banding”. Ia mencontohkan temuan aneh mengenai tim yang melakukan studi banding pengentasan kemiskinan ke Australia pada saat musim libur Paskah, sehingga tidak ada narasumber yang bisa ditemui.

“Hal-hal seperti ini terjadi, dan saya bertekad untuk bersikap rasional. Saya ingin uang negara digelontorkan hanya untuk kepentingan rakyat,” tegasnya.

Dengan penghematan tunai yang diklaim sebagai salah satu yang terbesar dalam sejarah tiga bulan pertama pemerintahan Indonesia, Prabowo bertekad mengarahkan dana tersebut untuk program-program yang langsung dirasakan oleh masyarakat luas demi mewujudkan kesejahteraan nasional. (Amel)

Baca juga :  Keberlanjutan Pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN): Tantangan dan Harapan