SuaraParlemen.id, Surabaya – Organisasi Siswa Homeschooling At-Taqwa Surabaya menggelar program Outing Class bertajuk “Sinergi Jejak Hijau Pesisir Surabaya” di kawasan Taman Raya Mangrove Surabaya, Kamis (12/2). Kegiatan edukatif ini melibatkan siswa-siswi Program KRISNA (Kesetaraan Hadir Untuk Warga Surabaya) dari Kecamatan Wiyung sebagai upaya nyata memperkuat literasi lingkungan.

Program ini merupakan agenda terencana dari Homeschooling At-Taqwa Surabaya yang bertujuan memberikan pembelajaran langsung di lapangan. Dengan pendekatan deep learning, siswa diajak mengeksplorasi ekosistem pesisir melalui tiga prinsip utama: Berkesadaran, Bermakna, dan Menggembirakan.

Anggota Komisi D DPRD Kota Surabaya, Johari Mustawan, yang turut hadir memberikan apresiasi tinggi terhadap kolaborasi ini. Pria yang akrab disapa Bang Jo tersebut menilai langkah ini sebagai aksi konkret dalam memperluas akses pendidikan sekaligus menanamkan kepedulian lingkungan sejak dini.

“Kami mengapresiasi sinergi antara Dinas Pendidikan Kota Surabaya melalui Bidang Pendidikan Non Formal, pihak Kecamatan, serta PKBM At-Taqwa. Kolaborasi lintas sektor ini sangat penting untuk memastikan tidak ada anak Surabaya yang kehilangan hak atas pendidikan, khususnya dalam mengentaskan anak terancam putus sekolah,” ujar Bang Jo.

Selain aspek lingkungan, Bang Jo juga memberikan motivasi kepada para siswa agar tetap percaya diri meski menempuh jalur pendidikan nonformal. Ia menekankan bahwa banyak tokoh dunia sukses yang lahir dari pendidikan serupa.

“Adik-adik harus tetap semangat belajar. Jangan pernah minder karena jalur pendidikan yang ditempuh berbeda. Bermimpilah setinggi langit, lalu kejar mimpi itu dengan sungguh-sungguh,” pesan Bang Jo memotivasi para peserta.

Sebagai informasi, Program KRISNA merupakan inisiatif Dinas Pendidikan Kota Surabaya untuk mengatasi anak putus sekolah melalui layanan kejar Paket A, B, dan C secara gratis. Hingga saat ini, program tersebut telah menjangkau sembilan lokasi, mulai dari Manukan Tandes, Ngagel Rejo, hingga Wiyung dan Bulak, dengan fokus pada pemberdayaan dan keterampilan kerja bagi warga kurang mampu.

Baca juga :  Hendra Desak Perluasan Sambungan Air Bersih PAM Tangsel di Wilayah Padat Penduduk