SuaraParlemen.id, Mataram – Pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) NTB 2026 mengalami perubahan besar. Sebanyak empat daerah di Pulau Sumbawa resmi mengundurkan diri sebagai tuan rumah akibat keterbatasan anggaran daerah (fiskal).

Keempat daerah tersebut adalah Kota Bima, Kabupaten Bima, Kabupaten Dompu, dan Kabupaten Sumbawa. Dengan mundurnya daerah-daerah tersebut, kini hanya tersisa enam daerah penyelenggara, di mana Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) menjadi satu-satunya tuan rumah yang bertahan di Pulau Sumbawa.

Ketua KONI Provinsi NTB, Mori Hanafi, mengonfirmasi bahwa alasan utama pengunduran diri ini murni karena kondisi keuangan daerah yang tidak memungkinkan untuk mendukung perhelatan olahraga tersebut.

“Alasannya murni keterbatasan fiskal. Kita tidak bisa memaksa karena kondisi keuangan masing-masing daerah sedang sulit,” ujar Mori Hanafi di Mataram, (11/2).

Sebagai langkah cepat, KONI NTB memutuskan untuk mengalihkan seluruh pertandingan yang semula dijadwalkan di empat daerah tersebut ke Kota Mataram. Hal ini dilakukan guna menjamin seluruh cabang olahraga tetap dapat dipertandingkan sesuai rencana.

Selain perubahan lokasi, jadwal pelaksanaan Porprov NTB 2026 juga mengalami penyesuaian. Agenda yang awalnya direncanakan mulai 3 Juli 2026 diundur menjadi 16 Juli 2026. Penundaan ini bertujuan untuk menghindari benturan jadwal dengan event olahraga nasional yang berlangsung pada pertengahan Juli mendatang.

Meski diterjang kendala anggaran di tingkat daerah, KONI NTB optimis penyesuaian lokasi ke Kota Mataram akan memastikan Porprov tetap berjalan optimal dan sukses bagi para atlet di Nusa Tenggara Barat. (Amel)

Baca juga :  Polemik Anggaran Sepatu Rp27 Miliar, Wamensos: Rp700 Ribu Itu Pagu, Bukan Harga Beli