SuaraParlemen.id, Jambi – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jambi mencatat tren positif penurunan angka kemiskinan di Negeri Pilih Pesako Betuah. Pada periode September 2025, angka kemiskinan turun 0,30 persen poin dibandingkan Maret di tahun yang sama. Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) dinilai memiliki andil besar dalam pencapaian tersebut.

Kepala BPS Provinsi Jambi, Aidil Adha, mengungkapkan bahwa komoditas makanan menyumbang porsi terbesar terhadap garis kemiskinan, yakni mencapai 75 persen. Sementara itu, kelompok non-makanan hanya berkontribusi sebesar 24 persen.

“Jika program MBG dan bantuan lainnya berjalan efektif, porsi 75 persen itu sebenarnya sudah menutupi kebutuhan dasar untuk melampaui garis kemiskinan,” ujar Aidil Adha di Jambi, Senin (9/2/2026).

Dampak Intervensi Bantuan Sosial

Menurut Aidil, bantuan makanan secara langsung mengurangi beban pengeluaran rumah tangga. Dana yang seharusnya digunakan untuk belanja pangan kini dapat dialihkan masyarakat untuk kebutuhan produktif lainnya.

Selain program pusat, sinergi bantuan sosial dari pemerintah provinsi serta kabupaten/kota juga memberikan dampak nyata. “Dilihat dari data yang ada, terlihat jelas dampak positif dari penyaluran berbagai bantuan tersebut,” tambahnya.

Data Penurunan Secara Kuantitas

Berdasarkan data terbaru BPS, persentase penduduk miskin di Jambi kini berada di angka 6,89 persen. Secara rincinya:

  • Jumlah Penduduk Miskin: 261,25 ribu orang (berkurang 9,69 ribu orang dibanding Maret 2025).
  • Kemiskinan Perkotaan: Turun dari 9,52 persen menjadi 9,25 persen.
  • Kemiskinan Perdesaan: Turun dari 6,01 persen menjadi 5,70 persen.

BPS menetapkan Garis Kemiskinan (GK) pada September 2025 sebesar Rp713.849 per kapita per bulan. Mengingat rata-rata rumah tangga miskin di Jambi memiliki sekitar lima anggota keluarga, maka beban garis kemiskinan per rumah tangga rata-rata mencapai Rp3.554.968 per bulan.

Baca juga :  Gubernur Al Haris Safari Ramadhan di Sebrang Kota Jambi, Tegaskan Pentingnya Nilai Agama dan Adat

Penurunan yang terjadi secara merata baik di desa maupun kota ini diharapkan terus berlanjut seiring dengan penguatan program jaring pengaman sosial yang lebih merata. (Amel)