SuaraParlemen.id, Merangin – Gubernur Jambi, Al Haris, mendorong pengembangan budi daya padi ramah lingkungan sebagai upaya mitigasi perubahan iklim sekaligus memperkuat ketahanan pangan berkelanjutan. Langkah ini ditandai dengan aksi gerakan tanam padi serentak bersama kelompok tani di Desa Seling, Kecamatan Tabir, Kabupaten Merangin, Sabtu (7/2/2026).
Gerakan ini merupakan bagian dari program BioCarbon Fund Initiative for Sustainable Forest Landscapes (BioCF-ISFL), yang bertujuan meningkatkan produktivitas padi tanpa merusak ekosistem hutan. Selain fokus pada keberlanjutan, Al Haris menekankan pentingnya komitmen petani dalam menjaga lahan agar tidak dialihfungsikan.
“Gerakan tanam serentak ini adalah bentuk komitmen warga dan kelompok tani untuk memastikan lahan mereka tetap utuh,” ujar Al Haris saat memberikan sambutan.
Provinsi Jambi saat ini baru mampu memenuhi 63 persen kebutuhan beras masyarakat secara mandiri, sementara sisanya masih bergantung pada pasokan dari luar daerah, seperti Sumatera Selatan. Melalui perluasan lahan di Merangin yang ditetapkan sebagai lumbung pangan provinsi, pemerintah menargetkan kebutuhan pangan bagi 3,8 juta penduduk Jambi dapat terpenuhi secara mandiri tanpa harus bergantung pada impor.
Al Haris menambahkan bahwa inisiatif ini sejalan dengan visi Presiden RI Prabowo Subianto dalam mencapai swasembada pangan nasional. Potensi sawah di Desa Seling sendiri mencapai 171 hektare, di mana 30 hektare di antaranya telah memulai tahap penanaman awal.
“Hari ini di Merangin luar biasa, ini tentu menjadi semangat bagi kita semua. Kami yakin dan percaya Jambi bisa swasembada,” pungkasnya. (Amel)

