SuaraParlemen.id, Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan hebat pada penutupan perdagangan Senin (2/2/2026) dengan merosot sedalam 4,88% atau kehilangan 406,88 poin ke level 7.922,73. Meskipun sempat menyentuh penurunan hingga 5,07% pada sesi pertama, pemerintah meminta publik tetap tenang menghadapi fluktuasi pasar modal ini.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa penurunan ini merupakan dinamika yang wajar. Ia menilai pasar saat ini tengah dalam posisi menunggu atau wait and see terkait pergantian kepemimpinan di otoritas keuangan.

“Biar saja sih, habis naik turun-naik turun tuh. Kan ada pergantian baru lagi, pergantian ketua OJK-nya, mungkin market masih menunggu,” ujar Purbaya usai menghadiri Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah 2026, Senin (2/2/2026).

Purbaya menyatakan optimismenya bahwa pergantian kepemimpinan di Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) justru akan menjadi sentimen positif yang menunjang kenaikan indeks ke depannya. Menurutnya, tidak ada alasan untuk panik karena kondisi fundamental ekonomi nasional masih berada di jalur yang kuat.

Lebih lanjut, Menkeu bahkan memberikan sinyal positif bagi para investor. Ia menganalogikan jika dirinya adalah investor, situasi harga rendah saat ini justru menjadi peluang untuk membeli saham.

“Mungkin masih menunggu ketidakpastian itu. Tapi harusnya kalau saya sih, saya akan serok di bawah. Kenapa? Fondasi ekonominya masih bagus, tidak ada yang berubah, dan akan membaik terus ke depan,” pungkasnya. (Amel)

Baca juga :  PBB Selidiki Gugurnya 3 Prajurit TNI di Lebanon, Hasilnya Segera Diumumkan