SuaraParlemen.id, Jambi – Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean B Jambi berkomitmen memperketat pengawasan di wilayah perbatasan Provinsi Jambi. Langkah strategis ini diambil guna menutup celah aksi penyelundupan dan perdagangan ilegal yang mengancam keamanan masyarakat serta penerimaan negara.
Kepala KPPBC TMP B Jambi, Indra Gautaman, menyatakan bahwa pengawasan intensif kini dikerahkan melalui 79 personel yang tersebar di beberapa titik krusial. “Personel kami siaga mulai dari kantor bantu di Kuala Tungkal, Muara Sabak, hingga Pos Kampung Laut,” ujar Indra di Jambi, Kamis (29/1).
Indra menegaskan bahwa tindakan ini merupakan bentuk nyata misi institusi dalam melindungi masyarakat dari masuknya barang-barang berbahaya dan terlarang. Meski cakupan wilayah yang harus diawasi sangat luas, pihaknya tetap konsisten menjaga kedaulatan perbatasan.
Capaian Penindakan dan Sinergi Institusi
Sepanjang tahun lalu, Bea Cukai Jambi mencatatkan performa impresif dengan melakukan 465 penindakan terhadap barang kena cukai dan komoditas pabean ilegal. Dari operasi tersebut, negara berhasil menyelamatkan potensi kerugian sebesar Rp6,921 miliar. Barang bukti yang diamankan meliputi 8.694.752 batang rokok ilegal serta 633 liter minuman keras (MMEA) ilegal.
Tak hanya itu, kolaborasi bersama BPOM dan BNN pada tahun 2025 juga membuahkan hasil signifikan dalam pemberantasan narkotika. Tercatat sebanyak 1.290,25 butir dan 215.165,52 gram narkotika, psikotropika, dan prekursor (NPP) berhasil ditindak.
“Kami terus bergerak di lapangan untuk memastikan setiap celah penyelundupan tertutup, terutama melalui koordinasi intensif dengan aparat penegak hukum lainnya,” tambah Indra.
Inovasi Sistem Digital
Selain patroli fisik, Bea Cukai Jambi kini memperkuat pengawasan administratif melalui sistem Single Submission Quarantine Customs (SSm QC). Inovasi digital ini memungkinkan pemantauan barang ekspor dan impor terintegrasi langsung dengan Karantina Indonesia, sehingga potensi manipulasi izin di pelabuhan dapat diminimalisir.
Sebagai penutup, Indra berharap melalui penguatan personel dan teknologi ini, praktik perdagangan ilegal di wilayah Jambi dapat ditekan secara maksimal demi kepentingan bangsa dan negara. (Amel)


