SuaraParlemen.id, Takengon – Kinerja para anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Tengah kini tengah mendapat sorotan tajam dari masyarakat setempat. Di tengah situasi pascabencana dan pemulihan ekonomi yang belum stabil, warga menilai mayoritas wakil rakyat mereka sangat jarang turun langsung ke lapangan untuk meninjau kondisi konstituennya.
Dari total 30 anggota dewan yang menjabat di parlemen daerah Aceh Tengah, masyarakat mengklaim hanya ada satu legislator yang dinilai benar-benar hadir, peduli, dan konsisten mendampingi serta membantu rakyat kecil.
Keluhan ini mencuat menyusul terjadinya rentetan bencana alam seperti banjir dan tanah longsor yang melanda wilayah tersebut, di samping kesulitan pemenuhan kebutuhan pokok yang sedang dihadapi masyarakat. Warga mengeluhkan minimnya kehadiran fisik dari para wakil rakyat pada saat-saat krusial tersebut.
”Rakyat bisa melihat siapa yang benar-benar bekerja dan siapa yang hanya muncul saat ada kepentingan politik saja. Saat masyarakat sedang kesusahan, hanya satu anggota dewan yang terlihat aktif membantu dan turun langsung ke lapangan,” ujar salah seorang warga setempat.
Masyarakat Aceh Tengah menaruh harapan besar agar 29 anggota DPRK lainnya dapat lebih peka terhadap persoalan riil di bawah. Mereka meminta agar para wakil rakyat tidak hanya fokus pada aktivitas formal di dalam gedung dewan, melainkan lebih responsif terhadap jeritan dan kebutuhan masyarakat kecil. (Kjp)
Sumber: Instagram kebertakengon.

