SUARAPARLEMEN.ID – Sebagai upaya dalam mengoptimalkan kualitas dan pelayanan pendistribusian air bersih bagi masyarakat melalui Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Perumda Tirta Mayang, Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, M.K.M., menerima secara langsung Kunjungan Kerja Osaka Municipal Water Works Bureau (OMWB) bersama Biro Pengairan Kota Osaka, pada Kamis siang (11/06/2026).
Pertemuan tersebut merupakan kelanjutan kerja sama strategis antara Perumda Tirta Mayang dengan Osaka Municipal Waterworks Bureau (OMWB), utilitas pelayanan air publik Kota Osaka, Jepang. Program ini didanai Pemerintah Jepang melalui Japan International Cooperation Agency (JICA) untuk tiga tahun yang telah dimulai sejak tahun 2022 dan kini memasuki tahap lanjutan hingga 2029.
Dikesempatan itu dilakukan diskusi bersama dan pemaparan terkait isi – isi kerja sama antara Biro Pengairan Kota Osaka Jepang atau Osaka Municipal Water Works Bureau (OMWB) dengan PDAM Tirta Mayang.
Sebagai prioritas, selama ini kerja sama yang telah dilakukan mempunyai fokus utama. Yakni, menurunkan tingkat kehilangan air atau Non-Revenue Water (NRW), serta meningkatkan kapasitas dan kualitas produksi di Instalasi Pengolahan Air (IPA) dan Program berjalan dalam skema JICA Partnership Program (JPP).
Selain aspek teknis, kerja sama ini juga menyasar penguatan sistem manajemen jaringan perpipaan serta penyusunan pedoman konstruksi dan operasional.
Dikesempatan itu, Wali Kota MauIana menjelaskan, bahwa melalui tim Osaka yang digagas oleh JICA sebagai partnership membuat sebuah program kalaborasi untuk menurunkan angka kebocoran air pada PDAM, serta meningkatkan kapasitas dan alih teknologi sebagai upaya untuk perbaikan dalam pelayanan nantinya.
“Kami sangat bersyukur mendapat kunjungan langsung, mereka akan survey dan melakukan training sekaligus melihat bagaimana proses NRW yang terus bisa kita turunkan sehingga produktivitas PDAM Tirta Mayang akan meningkat,” jelasnya.
Maulana menegaskan, melalui kerja sama yang telah terjalin selama ini menjadi komitmen penuh Pemerintah Kota Jambi untuk memastikan target penurunan kebocoran dan peningkatan kualitas air tercapai, sehingga dapat memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat.
Selain itu, Wali Kota Jambi juga mengungkapkan terkait program pengedalian banjir di Kota Jambi yang saat ini tengah dalam tahapan pembangunan kolam retensi seluas 9 hektar yang turut dibantu oleh JICA yang ditargetkan selesai pada akhir tahun.
“Proyek dari JICA ini menyelesaikan normalisasi anak sungai Asam dan drainase perkotaan yang ada di sistem asam di mulai dari hulu namanya kenali asam hingga hilir pintu keluar sungai batang hari,” ungkapnya.
“Drainase yang kecil kita lebarkan sehingga flow air dari hulu lancar dan sudah mengurangi banjir yang ada di area perumahan – perumahan padat penduduk yang sering kebanjiran akibat air hujan,” lanjutnya.
Ia menyampaikan, kolam retensi pengendali banjir tersebut juga disiapkan sebagai kawasan wisata air yang akan diberi nama Danau Kajang Lako, dengan ditunjang oleh fasilitas – fasilitas pendukung yang tersedia.

