SUARAPARLEMEN.ID, ACEH TENGGARA – Relawan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Aceh Tenggara yang dikomandoi Abi Hasan, S.H., bersama masyarakat Kecamatan Darul Hasanah berjibaku melaksanakan gotong royong membangun akses jalan alternatif, Jumat (23/10/2026).
Kegiatan tersebut dilakukan menyusul putus totalnya jembatan penghubung antar-kecamatan akibat bencana banjir hidrometeorologi tahun 2025 lalu, yang menyebabkan sekitar 17 ribu warga dari 28 desa mengalami keterisolasian akses transportasi.
Selama ini, masyarakat terpaksa mengandalkan jembatan gantung dengan kapasitas terbatas. Kondisi tersebut menyebabkan antrean panjang hingga berjam-jam, terutama pada pagi hari ketika warga berangkat bekerja dan anak-anak menuju sekolah.
Ketua DPD PKS Aceh Tenggara sekaligus Anggota DPRK Aceh Tenggara, Abi Hasan, S.H., mengatakan bahwa pembangunan jalan alternatif merupakan langkah bersama untuk membantu mengurangi kesulitan masyarakat.
“Sudah hampir satu tahun masyarakat menghadapi kesulitan akses transportasi. Anak-anak harus sekolah, warga harus bekerja, dan aktivitas perekonomian harus terus berjalan. Karena itu, kita bersama masyarakat bergotong royong mencari solusi sementara,” ujar Abi Hasan.
Di sisi lain, pemerintah pusat dan pemerintah daerah juga telah menyiapkan enam unit alat berat untuk pekerjaan pembuatan tanggul air sebagai bagian dari upaya penanganan dampak banjir dan perlindungan infrastruktur di kawasan tersebut.
Abi Hasan mengapresiasi dukungan pemerintah dalam penanganan kondisi tersebut. Menurutnya, sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan relawan sangat diperlukan untuk mempercepat pemulihan akses transportasi.
“Kita mengapresiasi langkah pemerintah pusat dan daerah yang telah menyiapkan enam alat berat untuk pembangunan tanggul. Harapan kita, pekerjaan ini dapat berjalan maksimal dan menjadi bagian dari solusi penanganan banjir serta pemulihan akses masyarakat,” ungkapnya.
Selain bergotong royong, Relawan PKS Aceh Tenggara juga membagikan snack dan minuman kepada warga yang terlibat dalam kegiatan serta masyarakat di sekitar lokasi.
Abi Hasan berharap pembangunan kembali jembatan permanen dapat menjadi prioritas pemerintah mengingat akses tersebut merupakan jalur vital bagi ribuan masyarakat.
“Jalan alternatif ini hanya solusi sementara. Yang paling dibutuhkan masyarakat adalah jembatan permanen yang aman dan layak. Kita berharap pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten terus bersinergi mempercepat penanganannya,” tegasnya.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh masyarakat, relawan, dan pihak yang telah berkontribusi dalam kegiatan gotong royong tersebut.
“Ketika rakyat menghadapi kesulitan, semangat kebersamaan harus menjadi kekuatan kita. Dengan gotong royong dan dukungan semua pihak, insyaallah kesulitan ini dapat kita lalui bersama,” pungkas Abi Hasan. (Kjp)

