SuaraParlemen.id, Kota Jambi – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Jambi memberikan klarifikasi resmi terkait sorotan publik mengenai anggaran jasa pihak ketiga yang mencapai miliaran rupiah pada awal tahun anggaran 2026. Kepala Dinas Perhubungan Kota Jambi, Amran, meluruskan bahwa total anggaran operasional layanan angkutan umum yang tersedia adalah Rp3,9 miliar.

Klarifikasi ini menanggapi isu yang berkembang mengenai dugaan anggaran sebesar Rp5,2 miliar. Amran menjelaskan adanya kekeliruan data terkait paket senilai Rp988 juta yang sempat tercatat secara terpisah.

“Kami jelaskan bahwa anggaran yang tersedia hanya Rp3,9 miliar, bukan Rp5,2 miliar. Dana yang Rp988 juta itu sudah digabungkan atau di-merger ke dalam paket utama Rp3,9 miliar tersebut,” tegas Amran dalam keterangan tertulisnya, Jumat (13/2/2026).

Amran merincikan bahwa anggaran yang dikelola oleh vendor Yutaka Trans Fabio tersebut digunakan sepenuhnya untuk membiayai layanan bus listrik bernama “Trans Bahagia”. Output konkret dari penggunaan uang rakyat ini mencakup pengoperasian dua unit bus listrik ukuran sedang dan dua unit bus listrik kecil.

Layanan tersebut dijadwalkan melayani trayek selama 270 hari dengan frekuensi 16 rit (perjalanan) per hari. “Ini adalah biaya jasa layanan angkutan bus listrik guna memberikan pilihan transportasi yang aman dan nyaman bagi warga,” tambahnya.

Menanggapi pertanyaan mengenai proses penunjukan penyedia jasa, Dishub Kota Jambi menjamin prosesnya berjalan transparan melalui metode E-Katalog (E-Purchasing). Amran mengklaim penggunaan sistem digital ini menutup ruang bagi adanya benturan kepentingan (conflict of interest) karena dikelola secara akuntabel dan efisien.

Selain paket jumbo tersebut, tercatat pula satu paket tersisa senilai Rp304 juta yang dimenangkan oleh penyedia berbeda, yakni PT Alih Daya Sejahtera, untuk keperluan yang berbeda pula.

Baca juga :  Wali Kota Jambi Audiensi dengan Mensos Dorong Percepatan Pembangunan Sekolah Rakyat

Menutup keterangannya, Amran mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk mulai beralih menggunakan transportasi publik. “Mari kita manfaatkan layanan Trans Bahagia agar tercipta budaya transportasi umum yang handal di Kota Jambi,” pungkasnya. (Amel)