SuaraParlemen.id, Aceh – Majelis Pertimbangan Wilayah (MPW) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Aceh mulai menghidupkan kembali peran dewan pakar serta berbagai unsur strategis partai. Langkah taktis ini diambil guna memperkuat kapasitas organisasi dalam merespons tantangan zaman, sekaligus memastikan arah kebijakan partai tetap relevan dengan kebutuhan pembangunan di Aceh.

​Inisiatif strategis ini dimotori oleh Sekretaris Umum MPW PKS Aceh yang baru, Teuku Syahrizal. Putra asli Pidie tersebut kini aktif mendampingi Ketua MPW PKS Aceh, Bustanul Arifin, dalam mengonsolidasikan pemikiran struktural partai ke depan.

​Teuku Syahrizal bukanlah sosok baru di panggung politik dan organisasi. Pengalaman panjangnya di internal PKS menjadi modal krusial dalam konsolidasi ini. Ia tercatat pernah memimpin DPD PKS Pidie, menduduki posisi penting di DPW PKS Aceh, bahkan sempat dipercaya mengemban amanah sebagai Ketua DPD PKS Bangka Barat di Provinsi Bangka Belitung. Jauh sebelum berkiprah di partai politik, rekam jejak kepemimpinannya sudah teruji sejak menjabat sebagai Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Syiah Kuala (USK) periode 2000-2001.

​Menurut Syahrizal, PKS Aceh hari ini memerlukan ruang pemikiran yang lebih terbuka, konstruktif, dan berorientasi pada solusi. Fokus partai dinilai tidak boleh terjebak hanya pada agenda politik elektoral semata, melainkan harus mampu melahirkan gagasan-gagasan yang segar demi kemajuan daerah.

​”PKS memerlukan pemikiran baru yang konstruktif. Tantangan masyarakat terus berkembang, sehingga partai harus mampu menghadirkan gagasan yang segar, realistis, dan memberikan manfaat nyata bagi rakyat,” ujar Syahrizal saat diwawancarai di Banda Aceh.

​Penguatan fungsi MPW dengan menghimpun tokoh-tokoh berpengalaman dari berbagai latar belakang ini diharapkan menjadi fondasi kokoh bagi PKS Aceh. Melalui sinergi para pakar, partai optimistis dapat menjaga kesinambungan visi perjuangan serta tetap adaptif dalam menjawab aspirasi masyarakat Aceh yang terus berkembang. (Kjp)

Baca juga :  IKADI Aceh Tengah Gelar I’tikaf 10 Hari Terakhir Ramadhan, Peserta Meningkat