SuaraParlemen.id, Jember – Dr. Intan Ria Neliana, M.Biotek, lulusan perdana Program Doktor Bioteknologi Universitas Jember (UNEJ), berhasil menciptakan terobosan dalam dunia pertanian. Riset doktoralnya mengungkap adanya infeksi ganda hingga triple virus mosaik pada tebu yang selama ini menjadi penghambat utama produktivitas gula nasional.

Dalam keterangannya di Jember, Kamis (30/1), Intan menjelaskan bahwa rendahnya produksi tebu nasional menjadi motivasi kuat riset yang ia tekuni selama 3,5 tahun tersebut.

“Hal paling menarik adalah keberhasilan membuktikan adanya infeksi double dan triple virus mosaik pada tanaman tebu di perkebunan Jawa Timur. Ini merupakan laporan pertama di Indonesia,” ujar Intan.

Mendeteksi “Musuh” Tersembunyi

Melalui analisis molekuler terhadap 61 sampel di empat lokasi berbeda di Jawa Timur, Intan mengidentifikasi tiga jenis virus sekaligus: Sugarcane Mosaic Virus (SCMV), Sugarcane Streak Mosaic Virus (SCSMV), dan Sorghum Mosaic Virus (SrMV).

Infeksi gabungan ini terbukti memperparah kerusakan fungsi fotosintesis tanaman. Temuan ini menjelaskan mengapa upaya pengendalian penyakit tebu selama ini sering kali tidak memberikan hasil optimal.

Tak berhenti pada pemetaan masalah, Intan mengembangkan inovasi berupa:

  • Deteksi Dini: Mengembangkan antibodi poliklonal yang mampu mendeteksi virus secara sensitif dan spesifik.
  • Solusi Genetik: Melalui pendekatan RNA interference (RNAi), ia berhasil mengonstruksi dasar pengembangan varietas tebu yang memiliki ketahanan ganda terhadap virus.

Sains untuk Ketahanan Pangan

Keberhasilan riset ini bukan tanpa tantangan. Intan mengakui proses transformasi genetik membutuhkan ketelitian dan kesabaran tinggi. Namun, dukungan keluarga dan semangat untuk berkontribusi pada ketahanan pangan nasional membuatnya tetap berkomitmen.

“Saya berharap riset bioteknologi terus dikembangkan sebagai solusi berbasis sains untuk menjawab tantangan pertanian nasional,” pungkasnya.

Capaian publikasi ilmiah dan keberhasilan studi ini menjadikan Dr. Intan sebagai tonggak sejarah baru bagi pengembangan program doktor bioteknologi di Universitas Jember. (Amel)