SuaraParlemen.id, Agam – Pemerintah pusat berkomitmen mempercepat pemulihan akses infrastruktur di jalur vital Malalak-Bukittinggi, Kabupaten Agam, Sumatra Barat, yang sempat lumpuh akibat bencana banjir bandang pada November 2025 lalu. Langkah nyata ini ditandai dengan peninjauan langsung oleh Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo didampingi Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade pada Kamis (29/1/2026).
Sebagai langkah jangka panjang, pemerintah menyiapkan anggaran fantastis sebesar Rp667 miliar melalui APBN 2026-2027. Dana tersebut dialokasikan untuk perbaikan jalan, pembangunan jembatan permanen, serta mitigasi bencana guna memastikan konektivitas antarwilayah di Sumatra Barat kembali normal dan aman.
Target Penanganan Permanen
Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Andre Rosiade, menegaskan bahwa kehadiran pemerintah di lapangan adalah bentuk jaminan bagi keselamatan warga. Ia menyoroti kondisi darurat di mana anak-anak sekolah harus menyeberangi sungai akibat putusnya jembatan utama.
“Kami mendorong agar penanganannya cepat, tetapi juga permanen dan aman. Aktivitas ekonomi dan pendidikan tidak boleh lagi terhambat oleh infrastruktur yang rusak,” ujar Andre di lokasi peninjauan.
Tantangan Geografis dan Mitigasi
Menteri PU Dody Hanggodo menjelaskan bahwa saat ini dua unit Jembatan Bailey telah terpasang sebagai solusi darurat untuk menjaga arus logistik menjelang Ramadan dan Lebaran. Namun, untuk pembangunan permanen, tim ahli tengah mematangkan desain karena kondisi geografis Malalak yang rawan longsor dan berada di kawasan lindung.
“Selain jembatan, kami mengkaji pembangunan sabo dam di titik kritis kilometer 74 untuk menahan material vulkanik atau banjir dari pegunungan. Ini adalah bagian dari mitigasi agar jalan tidak kembali terisolasi di masa depan,” jelas Dody.
Pemulihan Ekonomi Melalui Padat Karya
Tak hanya infrastruktur fisik, pemerintah juga memberikan perhatian pada sektor irigasi dengan usulan anggaran Rp400 miliar guna membantu para petani lokal yang terdampak. Selain itu, program Padat Karya diluncurkan untuk menyerap 40 ribu tenaga kerja lokal di wilayah terdampak bencana.
Gubernur Sumatra Barat, Mahyeldi Ansharullah, menyambut baik komitmen besar ini. Ia berharap pemulihan Jalan Malalak dapat segera membangkitkan kembali roda ekonomi masyarakat Sumatera Barat secara keseluruhan. (Amel)


