SuaraParlemen.id, Jambi – Dinas Kesehatan Kota Jambi mencatat Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) kini menempati urutan pertama sebagai penyakit yang paling banyak diderita oleh masyarakat setempat. Peningkatan kasus ini dipicu oleh faktor utama berupa kondisi cuaca yang tidak menentu, perubahan suhu ekstrem, serta intensitas hujan yang masih tinggi.
Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) wilayah Jambi, dr. Zuhdi Darma, MH, menyampaikan bahwa potensi penyebaran ISPA saat ini tergolong cukup tinggi. Menurutnya, paparan debu serta perubahan cuaca yang ekstrem dari panas ke hujan sangat mempengaruhi daya tahan tubuh masyarakat.
“Apapun kondisi cuacanya, dalam keadaan tertentu akan menimbulkan gangguan pada fungsi normal tubuh. Masyarakat harus memahami situasi itu. Jika cuaca panas kering, mereka harus memakai masker dan minum air minimal 2 liter sehari untuk menjaga kelembapan tenggorokan,” ujar dr. Zuhdi, Rabu (28/1/2026).
Lebih lanjut, penggunaan masker di ruang publik sangat dianjurkan, terutama bagi mereka yang sedang beraktivitas di luar rumah atau mengalami gejala batuk dan pilek. Masker berfungsi sebagai pelindung mukosa hidung dari partikel udara panas sekaligus mencegah penularan kepada orang lain.
Selain masker, IDI juga menekankan pentingnya penerapan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Masyarakat diimbau untuk rutin mencuci tangan, menjaga asupan gizi, istirahat yang cukup, serta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan jika gejala ISPA tidak kunjung membaik. (Amel)


