SuaraParlemen.id, Sukabumi – Universitas Muhammadiyah Sukabumi (UMMI) meluncurkan inovasi digital berbasis kesehatan berupa aplikasi SETARA (Self Care Talasemia Remaja). Inovasi ini hadir sebagai solusi teknologi untuk meningkatkan kualitas hidup dan kemandirian remaja penyandang talasemia dalam mengelola kesehatan mereka.

Peluncuran sekaligus sosialisasi aplikasi ini digelar di Auditorium UMMI pada Sabtu (31/1/2026). Program ini merupakan bagian dari hilirisasi riset yang didanai melalui Hibah Riset Muhammadiyah (RisetMu) Batch IX Tahun 2025 dari Diktilitbang Muhammadiyah.

Ketua Tim Peneliti, Dr. Ria Andriani, menjelaskan bahwa aplikasi SETARA dirancang khusus untuk mempermudah remaja dalam memantau perawatan secara mandiri. Fitur-fitur di dalamnya mencakup otomasi pengingat nutrisi, pemantauan kondisi lingkungan, serta kepatuhan perawatan jangka panjang.

“SETARA kami kembangkan agar pengetahuan dan praktik budidaya kesehatan berbasis data dapat ditransfer secara langsung dan mudah diadopsi oleh para remaja penyandang talasemia,” ujar Dr. Ria.

Selain pemaparan teknis aplikasi, kegiatan ini menghadirkan Devi Yulianti sebagai narasumber yang berbagi pengalaman nyata mengenai tantangan perawatan talasemia. Ia menekankan bahwa dukungan keluarga dan konsistensi adalah kunci utama dalam menghadapi penyakit kronis ini.

Sementara itu, Dr. Reni Mulyani, M.Si., menambahkan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan literasi kesehatan digital. “Aplikasi SETARA diharapkan menjadi pendamping setia bagi remaja talasemia agar mereka lebih terstruktur dalam menjalani perawatan sehari-hari,” ungkapnya.

Acara yang didukung oleh BEM Fakultas Kesehatan UMMI ini disambut antusias oleh puluhan peserta. Sebagai bentuk komitmen pengabdian masyarakat, seluruh rangkaian kegiatan dilaksanakan secara gratis, lengkap dengan pemberian buku manual aplikasi dan sertifikat bagi peserta.

Melalui langkah ini, UMMI mempertegas perannya dalam mendorong riset aplikatif yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat, khususnya dalam pengelolaan penyakit kronis di era digital. (Amel)

Baca juga :  Wujudkan Pertanian Cerdas, UGM dan Pemkab Kulon Progo Panen Raya Melon Teknologi FASTAN