SuaraParlemen.id, Surabaya – Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya semakin serius mengejar visi menjadi kampus kelas dunia. Sebagai langkah nyata, ITS meluncurkan program Strategic Research Grant (SRG) 2026 dengan alokasi dana fantastis mencapai Rp83 miliar.
Dana tersebut disiapkan khusus untuk memacu produktivitas riset dan publikasi ilmiah di jurnal internasional bereputasi bagi para dosen. Rektor ITS, Bambang Pramujati, menjelaskan bahwa SRG 2026 merupakan skema hibah non-kompetisi yang menitikberatkan pada kinerja keilmuan dosen.
“SRG 2026 diarahkan untuk menghasilkan luaran riset yang terukur dan berdampak luas. Kami ingin riset tidak lagi tersebar secara konvensional, melainkan fokus pada peningkatan kualitas untuk mendongkrak H-Index peneliti,” ujar Bambang, Rabu (4/2/2026).
Skema Hibah Berjenjang
Anggaran Rp83 miliar tersebut dibagi ke dalam empat tipe hibah berdasarkan target publikasi:
- Tipe A: Rp30 juta (Target Scopus Q4)
- Tipe B: Rp40 juta (Target Scopus Q3)
- Tipe C: Rp50 juta (Target Scopus Q2 dan kolaborasi industri)
- Tipe D: Rp100 juta (Target satu artikel Scopus Q1)
Langkah ini diharapkan mampu memperkuat ekosistem kolaboratif serta memastikan regenerasi peneliti di lingkungan ITS tetap berjalan.
Menjawab Tantangan Sitasi
Meski dikenal progresif, Direktur Riset dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRPM) ITS, Fadlilatul Taufany, mengungkapkan masih ada tantangan besar yang harus dihadapi. Saat ini, tingkat sitasi publikasi ITS masih berada di peringkat keempat di antara Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN-BH) di Indonesia. Selain itu, masih tercatat 157 dosen yang belum memiliki H-index.
“Untuk menjawab tantangan tersebut, kami menggelar berbagai pendampingan mulai dari pelatihan penulisan proposal, artikel ilmiah, hingga memberikan akses premium layanan penyuntingan Editage Plus,” jelas Taufany.
Sebagai tahap awal, ITS menargetkan sebanyak 1.186 proposal penelitian selesai ditinjau pada akhir Januari sebelum memasuki tahap pencairan dana. Langkah strategis ini diharapkan menjadi katalisator bagi ITS untuk segera menembus jajaran 300 kampus terbaik dunia. (Amel)


