SuaraParlemen.id, Jambi – Persaingan tender proyek infrastruktur air bersih di bawah Balai Pelaksanaan Cipta Karya Provinsi Jambi kini menjadi sorotan tajam. Pasalnya, ditemukan indikasi ketidakwajaran berupa “Harga Kembar Siam” yang diajukan oleh sejumlah peserta tender dalam proyek Pembangunan Jaringan Perpipaan dan Sambungan Rumah Kota Jambi.

Berdasarkan data proses lelang, antusiasme peserta terlihat tinggi dengan 96 perusahaan yang mendaftar. Namun, proses ini berakhir antiklimaks setelah hanya 16 kontraktor yang resmi mengirimkan harga penawaran.

“Sisanya yang 80 perusahaan cuma ‘pajangan’. Mendaftar tapi tidak ada nyali menawar,” ungkap seorang sumber yang mengamati proses tender ini, Selasa (3/2/2026).

Fenomena Harga Identik

Kejanggalan mulai muncul pada daftar 16 kontraktor yang bertarung. Ditemukan tujuh perusahaan yang mengajukan nilai penawaran sama persis hingga digit desimal terakhir, yakni sebesar Rp 3.999.995.200,00.

Ketujuh perusahaan yang masuk dalam “Geng Harga Kembar” tersebut adalah:

  1. Pasee Abdi Grup
  2. PT Sarpat Karunia Abadi
  3. CV Kana Mandiri
  4. Satria Perdana
  5. CV Vantaztic Construction
  6. CV Faza Engineering
  7. Rancang Bangun

Fenomena ini memicu dugaan adanya pengkondisian atau praktik copy-paste Rencana Anggaran Biaya (RAB) antar peserta. “Secara logika konstruksi, sulit diterima akal sehat ada 7 perusahaan menghitung biaya material, upah, dan overhead dengan hasil sama persis sampai rupiah terakhir, kecuali mereka satu komando,” tambah sumber tersebut.

Daftar Penawar Terendah

Di luar kelompok harga identik tersebut, persaingan harga terendah dipimpin oleh CV Sinar Saronde Lestari dengan penawaran Rp 3.733.540.437,42. Posisi kedua ditempati oleh CV Rafka Berkah dengan angka Rp 3.755.625.982,24.

Beberapa nama yang sebelumnya bertarung di proyek Kabupaten Batanghari dan Muaro Jambi, seperti CV Women Independent Construction dan CV Mutiara Mandiri Sinergi, terpantau kembali masuk dalam jajaran lima besar penawar terendah.

Baca juga :  Perkuat Sinergi, Kapolda Jambi dan MUI Bahas Strategi Tangkal Radikalisme

Kini, publik mendesak panitia tender untuk bekerja ekstra jeli dalam membedah kewajaran harga. Penekanan utama terletak pada pemeriksaan indikasi persekongkolan antar kelompok penawar guna menjaga integritas pengadaan barang dan jasa di Provinsi Jambi. (Amel)